Disusun
Oleh:
Rama Alfikri Pratama
Prodi Akuntansi
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
2019
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah puji dan syukur
penulis panjatkan kepada Allah SWT karena atas rahmat dan karunia-Nya, maka
penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis
yang berjudul Memahami
Laporan Laba Rugi Komprehensif pada
Teori Akuntansi dan beserta contohnya untuk memenuhi
kewajiban mata kuliah Teori Akuntansi.
Dalam laporan ini penulis mencoba
untuk menguraikan mengenai rumusan
masalah apa saja yang akan dibahas dan
memaparkan yang berkaitan
dengan materi. Serta
di akhir pembahasan, penulis mencatumkan kesimpulan dan saran yang dapat
digunakan sebagai perbaikan dalam pelaksanaan berikutnya.
Pelaksanaan dan penyusunan laporan
ini tidak terlepas dari perhatian serta bantuan dari pihak-pihak yang
bersangkutan. Penulis
menyadari bahwa laporan ini pasti masih sangat jauh dari yang namanya
kesempurnaan, dan tidak menutup kemungkinan bahwa masih banyak terdapat
kekurangan dalam laporan atau tulisan ini.
Oleh
karena itu, segala kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis
harapkan, sehingga tulisan ini akan menjadi lebih baik nantinya. Penulis
berharap semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi
pembaca pada umumnya. Terima kasih.
Jakarta, 22 Januari 2019
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.......................................................................................... ...i
DAFTAR ISI ...........................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang …………………………………………………………1
1.2 Rumusan Masalah ……………………………………………………...2
1.3 Tujuan Penulisan …………………………………………………….....2
1.4 Manfaat Penulisan ……………………………………………………...2
BAB II LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Laba Rugi
Komprehensif …………………………………..3
BAB III PEMBAHASAN
3.1 Kegunaan Laporan Laba
Rugi Komprehensif ……………………........5
3.2 Elemen Laporan Laba Rugi Komprehensif ……………………………6
3.3 Penyajian Laporan Laba Rugi Komprehensif…………………………..6
BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan
………………………………………………………….....8
4.2 Saran ……………………………………………………………………8
DAFTAR
PUSTAKA ..............................................................................................9
LAMPIRAN ...........................................................................................................10
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Laba
merupakan elemen yang paling menjadi perhatian pemakai, terutama bagi pemilik
karena angka laba diharapkan
cukup banyak untuk merepresentasikn
kinerja suatu perusahaan secara
keseluruhan. Hasil laba didapatkan melalui laporan laba rugi atau income
statement yaitu laporan yang
mengukur keberhasilan operasi perusahaan selama periode tertentu. Dari laporan
laba rugi ini informasi didapatkan untuk membantu pemilik dalam pengambilan
keputusan.
Laba
bersih yang didapatkan melalui laporan laba rugi merupakan suatu estimasi dan
mencerminkan sejumlah asumsi, para pemakai laporan laba rugi menyadari
keterbatasan tertentu dalam informasi yang terdapat dalam laporan laba rugi.
Adapun keterbatasan tersebut dapat dilihat dari pos-pos yang tidak
dapat diukur secara akurat tidak dilaporkan dalam laporan laba rugi,praktek yang
berlangsung saat ini melarang pengakuan pos-pos tertentu ketika mennetukan
laba, meskipun pengaruh pos-pos ini cukup untuk mempengaruhi kinerja perusahaan.
Sebagai contohnya keuntungan dan
kerugian yang belum terealisasi atas sekuritas investasi tertentu tidak
dicatat dalam laporan laba
rugi
apabila terdapat ketidakpastian bahwa perubahan nilai tersebut akan terealisasi. Dengan
adanya keterbatsan tersebut dperlukan pelaporan khusus yang membantu dalam
memberikan informasi yang lebih baik atau akurat.
Laporan
laba rugi (income statement) menyajikan ukuran keberhasilan
kinerja yang dicapai oleh entitas pelaporan dalam satu periode berjalan.
Laporan ini mencerminkan aktivitas operasi entitas. Laporan laba rugi
menyediakan rincian penghasilan, beban, laba dan rugi entitas untuk suatu
periode waktu. Laba mengindikasikan profitabilitas entitas dan mencerminkan
pengembalian kepada pemegang saham untuk periode yang bersangkutan, sementara
pos-pos dalam laporan merinci bagaimana laba diperoleh. Dalam akuntansi
berbasis akrual, penghasilan diakui saat entitas menjual barang atau
menyerahkan jasa pada saat diperoleh
dan
ditandingkan dengan beban yang diakui terlepas dari saat pembayaran.
1.2 Rumusan
Masalah
1.
Apa saja
kegunaan laporan Laba Rugi Komperehensif ?
2.
Apa
Elemen-Elemen yang terkandung di dalam Lap. Laba Rugi Komprehensif ?
3.
Bagaimana
penyajian dari Laba Rugi Komprehensif ?
1.3 Tujuan
Penulisan
1.
Untuk mengetahui
apa saja kegunaan dari Laba Rugi Komprehensif.
2.
Untuk mengetahui
bagaimana Elemen-elemen yang terkandnung
di dalam Lap. Laba Rugi Komprehensif.
3.
Untuk mengetahui
cara penyajian Laporan Laba Rugi Komprehensif.
4.
Untuk memenuhi
penilaian tugas mata kuliah Teori Akuntansi.
1.4 Manfaat
Penulisan
Sebagai bahan pembelajaran bagi pembaca khususnya mahasiswa maupun
masyarakat umum agar mengetahui lebih dalam mengenai Laporan Laba Rugi
Komprehensif sehingga para mahasiswa maupun masyarakat dapat mengambil
manfaatnya dan adapun manfaat penulisan karya tulis ini ada sebagai pemenuhan
tugas dari matakuliah Teori Akuntansi.
BAB II
LANDASAN
TEORI
2.1. Pengertian Laba Rugi Komprehensif
Laba merupakan selisih positif antara
pendapatan dalam suatu periode dan biaya yang dikeluarkan untuk mendatangkan
laba. Chariri dan Ghozali (2007) dalam Widhi (2011) mengungkapkan pengertian
laba yang dianut oleh struktur akuntansi sekarang ini adalah laba akuntansi
yang merupakan selisih pengukuran pendapatan dan biaya. Belkauoi dalam Chariri
dan Ghozali (2001) menyebutkan bahwa laba akuntansi memiliki lima karakteristik
sebagai berikut:
a.
Laba
akuntansi didasarkan pada transaksi aktual yang berasal dari penjualan barang atau jasa.
b.
Laba
akuntansi didasarkan pada postulat periodisasi dan mengacu padakinerja
perusahaan selama satu periode tertentu.
c.
Laba
akuntansi didasarkan pada prinsip pendapatan yang memerlukan pemahaman khusus
tentang difinisi, pengukuran dan pengakuan pendapatan.
d.
Laba
akuntansi memerlukan pengukuran tentang biaya dalam bentuk cost histories.
e.
Laba
akuntansi menghendaki adanya penandingan (matching) antara pendapatan dengan
biaya yang relevan dan berkaitan dengan pendapatan tersebut.
Penyajian dan informasi laba melalui laporan
tersebut merupakan focus kinerja perusahaan yang penting. Kinerja perusahaan
merupakan hasil dari serangkaian proses dengan mengorbankan berbagai sumber
daya. Adapun salah satu parameter kinerja perusahaan tersebut adalah perubahan
laba.
Fisher dan Bedford dalam Chariri dan Ghozali (2001)
menyatakan bahwa pada dasarnya ada tiga konsep laba yang dibicarakan dan
digunakan dalam ekonomi. Konsep laba tersebut adalah:
a.
Psychic
income yang menunjukkan konsumsi barang/ jasa yang dapat memenuhi kepuasan dan
keinginan individu.
b.
Real
income yang menunjukkan kenaikan dalam kemakmuran ekonomi yang ditunjukkan oleh
kenaikan cost of living.
c.
Money
income yang menunjukkan kenaikan nilai moneter sumber – sumber ekonomi yang digunakan
untuk konsumsi.
Ketiga konsep tersebut semuanya penting, meskipun
pengukuran terhadap pshychic income sulit untuk dilakukan. Hal ini disebabkan
pshychic income 9 adalah konsep psikologis yang tidak dapat diukur secara
langsung, namun dapat ditaksir dengan menggunakan real income. Keinginan
manusia tersebut hanya dapat dipenuhi pada berbagai tingkatan, sebagaimana
seseorang memperoleh real income. Di pihak lain, money income meskipun mudah
diukur, tetapi tidak mempertimbangkan perubahan nilai suatu unit moneter.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1.
Kegunaan Laporan Laba Rugi Komprehensif
Kegunaan dari laporan
laba-rugi komprehensif adalah membantu melakukan prediksi di masa depan tentang
profit yang akan didapat, nilai investasi yang dikeluarkan, dan kekayaan
kredit. Kegunaan lain dari laporan ini antara lain:
a.
Investor
Investor
menggunakan informasi mengenai penghasilan perusahaan di masa lalu sebagai
input penting untuk
memprediksi laba dan arus kas di masa depan, yang kemudian dijadikan dasar
untuk memprediksi harga saham dan deviden perusahaan dimasa depan.
b.
Pinjaman Modal
Dengan laporan ini, seorang peminjam akan mendapatkan pinjaman modal
dari kreditor lebih mudah. Karena mereka akan melihat seberapa kuat si peminjam untuk membayar
pinjaman pokok beserta beban bunga sehingga tidak terjadi kredit macet.
c.
Manajemen
Dapat mengukur
keberhasilan suatu
perusahaan apakah telah mencapai target yang sudah ditetapkan.
Para pengguna laporan laba-rugi komprehensif harus
mengetahui bahwa laporan ini disusun dengan asumsi dan kebijakan tertentu
sehingga memiliki beberapa keterbatasan yang dimilikinya, berikut beberapa
keterbatasan laporan rugi laba komprehensif:
a.
Hasil laporan dari
penghasilan dan beban tidak bisa diukur dengan andal, sehingga tidak bisa
dimasukan ke dalam laporan laba-rugi lainnya. Dalam Standar Akuntansi Keuangan
(SAK) memberikan syarat bahwa penghasilan atau beban bisa diakui kalau bisa
diukur dengan andal.
b.
Penghasilan atau
laba yang dilaporkan akan berpengaruh dengan metode akuntansi yang digunakan,
sehingga beda metode hasilnya akan berbeda. Standar Akuntansi Keuangan (SAK)
memberikan kebebasan kepada perusahaan untuk memilih metode untuk menyusutkan
aset tetap sesuai dengan kebijakan perusahaan yang telah disetujui.
c.
Hasil dari
perhitungan penghasilan dan beban diharuskan melibatkan pertimbangan (judgment)
dari pihak manajemen.
3.2. Elemen
Lap Laba Rugi Komprehensif
Jika
membahas konsep laba, ada 2
elemen penting yaitu penghasilan dan beban. Dua elemen tersebut yaitu
penghasilan dan laba memiliki definisi sebagai berikut:
a.
Penghasilan
Penghasilan ini muncul karena adanya kenaikan manfaat
ekonomi dalam periode waktu tertentu yang ditandai dengan munculnya kenaikan
aset neto dalam bentuk penambahan aset.
b.
Beban
Beban muncul karena adanya penurunan manfaat ekonomi
dalam periode waktu tertentu yang menyebabkan aset neto menjadi berkurang
sehingga menyebabkan utang bertambah.
3.3.
Penyajian Lap Laba Rugi Komprehensif
Laba
komprehensif merupakan salah satu elemen statemen keuangan. Laba komprehensif
didefinisi sebagai perubahan ekuitas selama perioda yang berasal dari
sumber-sumber nonpemilik. Dengan dianutnya pendekatan laba semua-termasuk atau
laba komprehensif, masalahnya adalah bagaimana menyajikan komponen-komponen
pembentuk laba komprehensif dan bagaimana penyajian dalam statmen laba-rugi.
Berikut ini memuat komponen-komponen pembentuk statmen laba-rugi.
Komponen-Komponen Pembentuk
Statemen Laba-Rugi
1.. Seksi operasi utama (major operating activities
section) :
a. Penjualan
atau pendapatan (sales or revenues)
b. Kos barang
terjual (cost of goods sold)
c. Biaya
penjualan (selling expenses)
d. Biaya
administrative atau umum
2. Seksi operasi tambahan (secondary or auxiliary
activities section) :
a. Pendapatan
lainnya dan untung (other revenues and gains)
b. Biaya
lainnya dan rugi (other expenses and losses)
3. Pajak penghasilan
4. Operasi hentian
5. Pos-pos luar biasa
6. Pengaruh kumulatif perubahan prinsip akuntansi
7. Pengaruh kumulatif perubahan estimate
8. Perubahan ekuitas nonpemilik lainnya termasuk
pos-pos penerobos
Pada
nomor 6 dan 7 dalam Komponen-Komponen Pembentuk Statemen Laba-Rugi dikategorikan sebagai komponen
perubahan ekuitas nonpemilik dan keduanya disebut memiliki pengaruh kumulatif perubahan akuntansi atau penyesuaian kumulatif akuntansi sehingga pos-pos selain
yang masuk dalam kategori ini disebut dengan perubahan ekuitas nonpemilik lainnya. Karena pada nomor 1
sampai 8 semuanya masuk dalam statemen laba-rugi, angka bersih yang diperoleh
disebut dengan laba komprehensif.
BAB IV
PENUTUP
4.1.
Kesimpulan
Jadi
Laba Rugi Komprehensif itu merupakan suatu kenaikan kekayaan perusahaan
yang dipengaruhi oleh berbagai hal yang
tidak ada kaitannya dengan operasi normal perusahaan. Laporan Laba Rugi
Komprehensif juga laporan yang mengukur pencapaian kinerja perusahaan selama
periode tertentu. Fungsi dari laporan ini untuk membantu para pengguna laporan
keuangan untuk memprediksi arus kas masa
depan untuk menentukan profitabilitas. Hal tersebut menunjukan bahwa
perusahaan dengan kinerja bagus juga menaikan harga saham perusahaan.
4.2. Saran
Sebagai
investor, laporan laba rugi komprehensif sangat penting untuk mengambil
keputusan investasi dan juga untuk mengevaluasi kinerja perusahaan. Jadi
perusahaan harus memiliki insentif bagi setiap karyawannya untuk melakukan
manajemen laba agar target tercapai.
DAFTAR
PUSTAKA
Soewardjono.
2005. Teori Akuntansi. BPFE Yogyakarta. Yogyakarta
Niswonger.
Dkk. 1999. Prinsip-Prinsip Akuntansi. Erlangga. Jakarta
Ikatan Akuntansi
Indonesia, 2009, Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.1, Jakarta: Salemba
Empat
Kieso, Weygandt,
Warfield, 2011, Intermediate Accounting,
IFRS Eddition, Jakarta: Willey
No comments:
Post a Comment